Minggu, Oktober 30, 2011

DANGDU OH DANGDUT-WIWIK LISCAHYA 17211462

LIKA-LIKU MUSIK DANGDUT

  Sejarah Music Dangdut

Musik dangdut?????
Hhhmmmm……
Sebenarnya saya tipe orang yang tidak menyukai music dangdut,tapi karena ini sudah menjadi tugas,apa boleh buat….

Menurut pegamatan saya,music dangdut sudah ada sejak masa zaman penjajahan. Akan tetapi pada masa itu,music ini belum memiliki nama music dangdut. Sekitar pada zaman pejajahan music yang sering diperdengarkan ialah music-music yang sering dibawakan oleh biduan dari Malaysia dan biduan dari Negara kita sendiri. Sehingga pada akhirnya versi music yang dibawakan oleh biduan kita yang lebih dominan,walaupun pada akhirnya telah dipengaruhi oleh music india yang berkolaborasi dengan tarian-tariannya.

Music dangdut pada awalnya dipelopori oleh Munif Bahasuan yang dianggap pelopor musik dan maestro dangdut tanah air, mengaku tidak tahu darimana istilah itu berasal. Sebab, ungkapnya, pada 1940-an sudah banyak musik yang lahir berbau dangdut, tetapi belum dinamakan musik dangdut., Munif menyebut lagu Kudaku Lari, yang dilantunkan A Harris pada 1953, sebagai satu di antara lagu pelopor irama yang kelak disebut dangdut ini. Alasannya, lagu itu telah memberanikan diri memasukkan suara gendang ala India pada orkes yang semula hanya memakai gitar, harmonium, bas dan mandolin.

Pada 1950-an, selain ada A Harris, juga ada nama-nama penyanyi dangdut lain, seperti Emma Gangga, Hasnah Thahar, dan Juhana Satar. Tapi, kemudian datang masa ketika supremasi terhadap lagu-lagu berirama Melayu direbut negeri jiran Malaysia.
Popularitas P Ramlee, biduan Malaysia yang mengaku keturunan Aceh, memindahkan kiblat musik Melayu ke negeri itu. Melalui tembang Engkau Laksana Bulan dan Azizah, P Ramlee berjaya tak tersaingi. Apalagi setelah itu ia juga membintangi beberapa film layar lebar. Popularitasnya di Indonesia pun makin subur. Semua yang berbau Ramlee menjadi tren.
Tapi, pada 1960-an, muncullah Said Effendi, yang berhasil mengembalikan supremasi irama Melayu dari Malaysia ke Indonesia. Lewat lagu Bahtera Laju, Said Effendi menempatkan diri sebagai pelantun irama Melayu nomor wahid negeri ini. Ia menyingkirkan popularitas P Ramlee.
Said Effendi memiliki lagu-lagu populer yang diciptakannya sendiri, seperti Bahtera Laju, Timang-timang, dan Fatwa Pujangga, serta lagu karya orang lain, misalnya Semalam di Malaysia (Syaiful Bahri) dan Diambang Sore (Ismail Marzuki).
Ketenaran Said Effendi makin tak tertahan, ketika ia muncul dengan lagu Seroja karya Husein Bawafie. Sukses Seroja menarik minat sutradara Nawi Ismail untuk menokohkan Said Effendi ke dalam film dengan judul yang sama. Setelah itu, sutradara Asrul Sani pun menarik Said Effendi untuk membuat film Titian Serambut Dibelah Tujuh.

Pengaruh Musik Dangdut di Masyarakat
           

Dalam masyarakat,secara tidak langsung pengaruh music dangdut berpengaruh  dalam kehidupan masyarakat,karena music dangdut memiliki cirri khas tersendiri seperti        kualitas penyanyi,lirik,dan musiknya.
           
Music dangdut pada zaman sekarang masih sangat popular,seperti munculnya penyanyi-penyanyi baru yang memliki kulitas suara yang khas dan adanya berbagai ide kreatif dari penyanyi-penyanyi dan composer yang dapat mengkolaborasikan music dangdut dengan music pop. Sehingga tidak heran jika semakin banyak penggemar music dangdut disekitar kita.

Akan tetapi,dalam kalangan masyarakat music dangdut memiliki sisi negative tersendiri,karena Jauh sebelumnya, dangdut juga telah mengundang perdebatan dan berakhir dengan pelarangan panggung dangdut dalam perayaan Sekaten di Yogyakarta. Perdebatan muncul lagi-lagi akibat gaya panggung penyanyi (wanita)-nya yang dinilai terlalu "terbuka" dan berselera rendah, sehingga tidak sesuai dengan misi Sekaten sebagai suatu perayaan keagamaan.

Dangdut memang disepakati banyak kalangan sebagai musik yang membawa aspirasi kalangan masyarakat kelas bawah dengan segala kesederhanaan dan kelugasannya. Ciri khas ini tercermin dari lirik serta bangunan lagunya. Gaya pentas yang sensasional tidak terlepas dari nafas ini.

Panggung kampanye partai politik juga tidak ketinggalan memanfaatkan kepopuleran dangdut untuk menarik massa. Isu dangdut sebagai alat politik juga menyeruak ketika Basofi Sudirman, pada saat itu sebagai fungsionaris Golkar, menyanyi lagu dangdut.

Walaupun dangdut diasosiasikan dengan masyarakat bawah yang miskin, bukan berarti dangdut hanya digemari kelas bawah. Di setiap acara hiburan, dangdut dapat dipastikan turut serta meramaikan situasi. Panggung dangdut dapat dengan mudah dijumpai di berbagai tempat. Tempat hiburan dan diskotek yang khusus memutar lagu-lagu dangdut banyak dijumpai di kota-kota besar. Stasiun radio siaran yang menyatakan dirinya sebagai "radio dangdut" juga mudah ditemui di berbagai kota

Nilai-Nilai dalam Musik Dangdut
Music dangdut memiliki nilai kebudayaan,karena music dangdut merupakan salah satu kebudayaan yang dimiliki oleh negeri kita. Music dangdut juga digemari oleh orang-orang turis yang datang berkunjung ke Negara kita dan mereka sangat menyukai music tersebut sampai mereka kembali ke negeri mereka tersendiri.

Music dangdut juga memiliki nilai-nilai moralitas. Nilai-nilai moralitas tersebut dapat dilihat dari lirik-lirik lagu yang sesuai kepribadian penggemarnya,seperti lagu darah muda yang dinyanyikan oleh Rhoma Irama.

Segi Positif & Negatife Musik Dangdut
·         Segi positif
Segi positif yang dapat diambil dari music dangdut itu sendiri ialah dari lirik lagu yang selalu menggambarkan kepribadian anak muda,penulisnya,memilki pesan-pesan positif yang dapat diambil dari setiap lirik lagunya.
·         Segi Negatife
Selain segi positif,music dangdut juga memilki segi negative. Music dangdut zaman sekarang,jika dibandingkan dengan zaman dulu jauh bebeda. Lirik –lirik lagu music dangdut zaman sekarang hanya bertemakan percintaan,dan lirik-lirik lagu yang semakin vulgar yang hanya dapat didengar oleh orang-orang yang  dewasa.
Pengaruh Musik Dangdut Dalam dunia Politik
Dalam dunia politik,musik dangdut adalah musik yang sering digunakan,sehingga tidak asing bagi kita ketika kita mengikuti kampanye-kampanye,musik yang digunakan ialah musik dangdut. Selain itu,musik dangdut juga digunakan untuk menarik masyarakst,karena selain musik pop,jazz,r&b dan jenis musik lainnya,musik dangdut lebih dekat kekerabatannya dengan masyarakat.
SAYONARA MUSIK DANGDUT
http://studentsite.gunadarma.ac.id 

0 komentar:

WiL Te~Amo © 2008 Por *Templates para Você*